mahasiswa dan manajemen Politeknik Telkom

Jan 14, 2011 Posted Under: My Hobby

Bandung – Mahasiswa dan manajemen Politeknik Telkom (Poltek Telkom) akhirnya mencapai kesepakatan. Poin utama kesepakatan tersebut adalah kompensasi atas kesalahan teknis surat edaran mengenai biaya her registrasi serta sama-sama memperbaiki kekurangannya demi mengejar visi World Class University.

Sebelumnya, pada Selasa (11/1/2011), sekitar 300 mahasiswa menggelar demonstrasi di kampus milik Yayasan Pendidikan Telkom ini. Mereka mempertanyakan akreditasi salah satu program pendidikan (prodi) yang mendapatkan nilai C. Selain itu juga mereka minta pertanggungjawaban dari manajemen Poltek Telkom atas kesalahan teknis surat edaran tentang her registrasi.

Dalam keterangannya, Direktur Poltek Telkom Budi Sulistyo mengungkapkan sebenarnya akar permasalahannya adalah masalah akreditasi yang diraih program pendidikan (prodi) Teknik Komputer adalah C. Sedangkan dua prodi lainnya yakni Komputerisasi Akutansi dan Manajemen Informatika mendapatkan nilai B.

“Jadi memang akreditasi ini yang menjadi pertanyaan mereka kenapa prodi Teknik Komputer bisa dapat C. Padahal dua lainnya dapat nilai B. Itu yang menjadi titik permasalahannya sehingga melebar sampai kemana-mana,” ungkapnya kepada detikbandung di Kampus Poltek Telkom, Kamis (13/1/2011).

Budi juga tidak mengetahui kenapa salah satu prodinya mendapatkan nilai C. Padahal saat diajukan kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban PT), ketiganya dalam kondisi yang sama.

“Akreditasi murni penilaian dari pihak luar. Kami baru ada pada tahun 2007 tapi pada tahun 2010 kita berani ajukan akreditasi. Kalau saya bilang ini kita berani mati. Karena dalam akreditas itu syaratnya banyak. Ditambah saat mengajukan itu lulusan kita belum banyak,” terangnya.

Padahal, tambah mantan Rektor Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) ini, poin yang didapat hanya selisih 7 poin saja dari standar minimal nilai B. Raihan ini merupakan prestasi karena mengingat ada ratusan universitas yang mengajukan akreditasi. Tak hanya itu, untuk kampus yang baru dan baru pertama kali mengajukan akreditasi, mendapatkan nilai akreditasi juga bukan hal yang mudah diraih.

“Kurang tujuh poin dari minimal nilai B. Kita berhasil mendapatkan 294 poin dari hasil penilaian. Ini sebenarnya satu prestasi karena disaat SK tersebut dikeluarkan itu ada 46 prodi secara nasional yang dinilai. Hasilnya 70 persen dapat C. Hanya satu yang dapat nilai A yakni Undip Semarang. Sedangkan untuk prodi teknik komputer, teknik informatika serta managemen informatika itu hanya satu yang dapat B yakni Piksi Ganesha Bandung,” paparnya.

Mengenai surat edaran yang sebelumnya sempat dikirimkan kepada orang tua mahasiswa, Budi mengakui ada kesalahan teknis. Akibat kesalahan teknis tersebut, mahasiswa dibingungkan. Surat edaran tersebut mengatakan bahwa untuk her registrasi saat ini dibayar per SKS dengan nilai Rp 200 ribu per SKS. Namun saat mahasiswa akan membayar, mereka dikenakan biaya sesuai dengan yang reguler yakni Rp 5 juta per semester.

Untuk itu, manajemen pun memberikan konpensasi kepada mahasiswa angkatan 2008 menunda pembayaran her registrasi. Sedangkan berapa nilai konpensasi atau besaran biaya yang akan dibayarkan oleh mahasiswa, Budi mengaku akan dibahas lebih lanjut dengan melibatkan perwakilan mahasiswa dan perwakilan orang tua.

“Sudah disepakati kita sama-sama membahas bentuk konpensasi. Ini akan segera direalisasikan,” tukasnya.

Sumber : Detik.com

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*

Skip to toolbar